Wednesday, September 21

I am a Rolex

I have this message in my BB messenger:
(as a response to my earlier 'di persimpangan jalan' blog)

"Because if you are a car, you are a mercedes, if you are a watch, you are a rolex. If you are a motorcycle, you are a kawasaki ninja zx6, four cylinders inline, four carbs, twin cams, 16 valves, 200 mph top speed.."

If someone who knows me my whole life sees me like this, it's very wrong for myself to see me less than what he implies.

So from now on, my mantra would be: I am a ROLEX. I am a MERCEDES. I am a kawasaki which is both a work of art and superb machinary.

I am a beauty to behold and an engine to admire.

I have that in me. No less.

Wednesday, September 14

Pernyataan terpendam anak

(numpang repost dari postingan BBM temanku)

Untuk para orang tua, ada sedikit ilmu yang dapat dibagi - hasil ceramah dari psikolog Bp. Puji Hartono S., Psi.

Ada 11 pernyataan yang tak terucap dari anak:
  1. Cintailah aku sepenuh hatimu
  2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
  3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
  4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
  5. Jangan bandingkan aku dengan kakak / adikku
  6. Bapak Ibu lupa, bahwa aku adalah fotocopymu
  7. Kian hari umurku kian bertambah, makan jangan selalu anggap aku sebagai anak kecil
  8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu bila aku salah
  9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
  10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku
  11. Aku adalah ladang pahala bagimu
Happy parenting!

arrived in battered shape

dress crumpled and damp with sweat, hair toussled by wind, body reeking of pollution, face red and prespiring, that was how I arrived at the office today, courtesy of our public transport and the traffic.

luckily enough, it took only about an hour to reach my workplace. having standing at the bus stop for almost ten minutes for the 640 ps.minggu - tanah abang bus, I spotted the PPD 54 depok-grogol lane. after making sure it will stop at komdak, I got onboard. and even luckier still, seats were still available - albeit mine is sandwiched between two gentlemens, one who was 'over-volume'.

the bus will take the toll road, and that was why the fare is 2500 instead of 2000. then came the entertainment: gendang and guitar with duet. you'd be surprised on the kinds of entertainment (and shopping) you could get in a bus ride...hahahaha... today, that duet was the only entertainment, though.

yep, true to its words, the bus got into the toll road. after kuningan, the traffice was a breeze. reached komdak in no time, got into the waiting 640, though my luck stopped here for findng any seat, and off we go to sudirman.

and now here I am, posting my morning blog, eating the somay I bought at the pedestrian bridge.

life is good.

Monday, September 12

di persimpangan jalan

klo musti memutuskan sesuatu, yang berpontesi mempunya efek besar terhadap hidup, rasanya seperti berdiri di persimpangan jalan tanpa rambu2 yang jelas.
lebih parah lagi kalo tujuannya pun belum jelas. wah, itu udah kaya persimpangan jalan, mati lampu pulak.

ini nampaknya yang sedang daku alami sekarang.
diriku sedang berperang dalam hati, dan dalam jiwa, dan dalam otak (dan dalam dompet), untuk membuat tujuan hidup yg baru. naaah, tujuannya pun masih agak samar2. belum pasti benar.
masih banyak menimbang ini itu ini itu... mungkin terlalu banyak menimbang.

atau kalo mau sejujurnya, bukan menimbang, tapi takut melangkah. takut ambil keputusan. ya takutlah.
pokoke takut.

orang2 dekatku sekali, yg bener2 dekat denganku, suka heran dengan diriku yang peragu ini. katanya, aku punya banyak kesempatan untuk maju, karena ibarat mobil, mobilku tuh jempolan. tapi sebagai supir, aku ngerem melulu. bentar2 liat kiri kanan, bentar2 ngerem, bentar2 konsultasi ke GPS atau peta.

pada kenyataannya, diriku memang takut nyetir. takut keserempet, takut kesenggol, takut salah ambil jalan, takut salah perkiraan waktu, dll dll yg takut2 lainnya.

mungkin itu gambaran juga dari lubuk jiwa terdalam: aku takut. titik.

dan terdamparlah diriku hingga kini di persimpangan jalan. tanpa rambu, tanpa tanda arah, dan mati lampu pulak.

Friday, September 9

such bloody expression, the f word

What perhaps started as a mere word synonim to copulation has become a word whose existent is all over the literary world.

Swearing would not be complete without it.
Expressing your astonishment is up a notch if you use it.
Just about everything is a bit more intense if you insert it.

This little four-letter word.
So f***ing perfect, is it?