Monday, February 18

adab yang tak teraih

saya pikir, dengan makin beragamanya orang, makin bermoral lah manusia, dan makin baiklah akhlaknya

saya salah, rasanya

mesjid yang semakin banyak berdiri, bahkan sepertinya di jakarta setiap RT punya mesjid sendiri, tak juga membuat orang lebih baik. lebih baik bagi saya diartikan dengan lebih menjaga perasaan orang lain, lebih membantu orang lain, lebih bersikap sopan pada orang lain, dan mengakui serta menghormati keberadaan orang lain. orang yang lain dengan mereka, orang yang lain dengan kita.

yang kasat mata adalah toleransi yang menurun, pemaksaan yang meningkat, ancaman2 baik halus maupun terang2an yang makin merajalela, dan moral yang tak juga membaik, serta kesopanan yang luntur.

hal2 sederhana seperti menjaga kebersihan (= menghormati diri sendiri dan orang lain), mengantri dengan baik (= menghargai hak orang yang sudah lebih dulu datang dari kita), mengucapkan terima kasih, meminta maaf, mengucap 'permisi' adalah hal yg tidak cukup seksi untuk diajarkan di mesjid2. tidak glamor, tidak megah. menaati peraturan yang dibuat manusia demi keamanan dan kenyamanan bersama nampaknya tidak menjadi prioritas, peraturan Tuhan saja yang perlu.

apakah lupa bahwa sebelum bertemu Tuhan, kita hidup bersanding dengan sesama?

tentu salah berkata bahwa semua orang seperti itu
tentunya banyak yang betul2 baik dan betul2 apik dalam bersikap
tapi hari ini saya memutuskan pesimis dan berkata: orang2 seperti itu semakin dikit jumlahnya, dan semakin tak terlihat.

dan negeri ini akan semakin tak beradab.

No comments: