Wednesday, September 28

full doa

naek angkutan umum di jakarta itu benar2 membuat kita semakin dekat dengan Tuhan. gimana tidak? klo setiap kli naik angkutan, doa ga putus2 terucap di hati?
contohnya waktu aku pulang dari kursus kemarin senin.
ojeg yang saya tumpangi, mendengar tujuan saya 'manggarai', serta merta ambil jalan pintas, serobot jalur busway, dan kemudian ngebut semerdeka-merdekanya. akhirnya saya tepuk bahu si tukang ojeg. terjadilah percakapan ini:

Sapobi (S): pak, biasa aja lah.. ga usah ngebut.
sambil nengok sedikit, si pak ojeg (Oj) bilang: kan eneng ngejar kereta? ntar telat?
S: lah.. saya mau ke terminal bis pak, ga ke stasiun kereta.. ga ngejar apa2.
Oj: oh......kirain neng....
untunglah si Oj habis itu melambatkan motornya, dan saya bisa duduk dengan sedikit merasa aman

babak kedua berdoa dimulai sesegera aku naik bis S62 jurusan manggarai - pasar minggu.
supir, kenek, dan dayang2nya (ada satu anak perempuan yang jelas2 teman mereka), semua masih remaja tanggung. baru 17 lewat dikiiiit, kayaknya. dan bisa menebaklah kita kualitas remaja jalanan jakarta ini: agak2 kurang lengkap di otak, dan jelas2 minim rasa tanggung jawabnya. kalo menurut natgeo yang mengupas permasalahan otak para remaja, bukan rasa tanggung jawab sebetulnya yang kurang, tapi rasa 'mari kita coba dan liat sampe sejauh mana kita bisa bertahan' itu yang bikin mereka terlihat agak2 kurang beres pemikirannya.

dengan kombinasi hormon yang bergejolak, gelombang otak yang belum stabil, dan pendidikan ala kadarnya serta (dijamin!) pemahaman peraturan lalu lintas yang nyaris NOL, supir serta kenek remaja itu memegang hidup seluruh penumpang bis.

miris rasanya menyerahkan nasib pada gerombolan seperti itu. ditambah lagi memasrahkan diri pada kondisi bis yang kotor, panas, dan tidak jelas standar keamanannya.

sungguh, yang bisa dilakukan hanya berdoa, berharap Tuhan masih memberi rejeki pada hari ini untuk aku bertemu dengan orang2 yang kusayang.

lebih miris lagi berpikir bahwa: aku, dengan isi dompetku, masih punya pilihan untuk lebih manja dan, dengan alasan keamanan, memilih taksi biru muda metalik dengan supir berseragam batik yang kesohor pelayanannya itu.

beribu2 orang jakarta lain tak punya pilihan untuk selain terus berdoa.

semangad pagi....

/Sapobi

Wednesday, September 21

I am a Rolex

I have this message in my BB messenger:
(as a response to my earlier 'di persimpangan jalan' blog)

"Because if you are a car, you are a mercedes, if you are a watch, you are a rolex. If you are a motorcycle, you are a kawasaki ninja zx6, four cylinders inline, four carbs, twin cams, 16 valves, 200 mph top speed.."

If someone who knows me my whole life sees me like this, it's very wrong for myself to see me less than what he implies.

So from now on, my mantra would be: I am a ROLEX. I am a MERCEDES. I am a kawasaki which is both a work of art and superb machinary.

I am a beauty to behold and an engine to admire.

I have that in me. No less.

Wednesday, September 14

Pernyataan terpendam anak

(numpang repost dari postingan BBM temanku)

Untuk para orang tua, ada sedikit ilmu yang dapat dibagi - hasil ceramah dari psikolog Bp. Puji Hartono S., Psi.

Ada 11 pernyataan yang tak terucap dari anak:
  1. Cintailah aku sepenuh hatimu
  2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
  3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
  4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
  5. Jangan bandingkan aku dengan kakak / adikku
  6. Bapak Ibu lupa, bahwa aku adalah fotocopymu
  7. Kian hari umurku kian bertambah, makan jangan selalu anggap aku sebagai anak kecil
  8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu bila aku salah
  9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah padaku
  10. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku
  11. Aku adalah ladang pahala bagimu
Happy parenting!

arrived in battered shape

dress crumpled and damp with sweat, hair toussled by wind, body reeking of pollution, face red and prespiring, that was how I arrived at the office today, courtesy of our public transport and the traffic.

luckily enough, it took only about an hour to reach my workplace. having standing at the bus stop for almost ten minutes for the 640 ps.minggu - tanah abang bus, I spotted the PPD 54 depok-grogol lane. after making sure it will stop at komdak, I got onboard. and even luckier still, seats were still available - albeit mine is sandwiched between two gentlemens, one who was 'over-volume'.

the bus will take the toll road, and that was why the fare is 2500 instead of 2000. then came the entertainment: gendang and guitar with duet. you'd be surprised on the kinds of entertainment (and shopping) you could get in a bus ride...hahahaha... today, that duet was the only entertainment, though.

yep, true to its words, the bus got into the toll road. after kuningan, the traffice was a breeze. reached komdak in no time, got into the waiting 640, though my luck stopped here for findng any seat, and off we go to sudirman.

and now here I am, posting my morning blog, eating the somay I bought at the pedestrian bridge.

life is good.

Monday, September 12

di persimpangan jalan

klo musti memutuskan sesuatu, yang berpontesi mempunya efek besar terhadap hidup, rasanya seperti berdiri di persimpangan jalan tanpa rambu2 yang jelas.
lebih parah lagi kalo tujuannya pun belum jelas. wah, itu udah kaya persimpangan jalan, mati lampu pulak.

ini nampaknya yang sedang daku alami sekarang.
diriku sedang berperang dalam hati, dan dalam jiwa, dan dalam otak (dan dalam dompet), untuk membuat tujuan hidup yg baru. naaah, tujuannya pun masih agak samar2. belum pasti benar.
masih banyak menimbang ini itu ini itu... mungkin terlalu banyak menimbang.

atau kalo mau sejujurnya, bukan menimbang, tapi takut melangkah. takut ambil keputusan. ya takutlah.
pokoke takut.

orang2 dekatku sekali, yg bener2 dekat denganku, suka heran dengan diriku yang peragu ini. katanya, aku punya banyak kesempatan untuk maju, karena ibarat mobil, mobilku tuh jempolan. tapi sebagai supir, aku ngerem melulu. bentar2 liat kiri kanan, bentar2 ngerem, bentar2 konsultasi ke GPS atau peta.

pada kenyataannya, diriku memang takut nyetir. takut keserempet, takut kesenggol, takut salah ambil jalan, takut salah perkiraan waktu, dll dll yg takut2 lainnya.

mungkin itu gambaran juga dari lubuk jiwa terdalam: aku takut. titik.

dan terdamparlah diriku hingga kini di persimpangan jalan. tanpa rambu, tanpa tanda arah, dan mati lampu pulak.