Wednesday, September 15

Senyum

Apa yang terkandung dalam sebuah senyuman? Bisa banyak, bisa sedikit.

Senyum bisa berarti sekedar pelayanan. Seorang pemeriksa barang dan satpam di bank akan selalu tersenyum pada setiap tamu yang ia hadapi. Itu sudah merupakan sebagian dari pekerjaannya. Seorang teller juga akan tersenyum, itu juga sudah merupakan bagian dari kewajibannya. Dan saya juga akan tersenyum kembali pada mereka, karena itu bagian sopan santun saya sebagai sesama manusia.

Senyum bisa menggantikan kata "terima kasih". Pada seseorang yang memberikan saya tempat duduk di bus, jika keadaan terlalu hiruk pikuk untuk berkata-kata, saya akan memastikan bahwa ia melihat senyum saya, dan tahu bahwa saya berterima kasih padanya. Dan lagi-lagi, itu juga merupakan bagian dari sopan santun kan?

Setiap kali tersenyum, saya mengusahakan agar itu datang dari hati, betapapun untuk hal yang sepele.

Kadang saya tersenyum untuk diri sendiri, karena saya pikir itu bisa membuat saya terlihat lebih ramah dan bersahabat buat orang lain. Saya punya kecenderungan untuk berwajah cemberut pada saat saya diam dan terlebih pada saat saya berpikir. Dan saya harus terus-menerus mengingatkan diri saya sendiri untuk mengendurkan wajah saya dan tersenyum.

Senyum anak-anak saya merupakan senyum paling asli. Anak-anak tersenym karena mereka tersenyum. Karena memang maunya tersenyum. Bukan untuk menampilkan image, bukan karena tuntutan pekerjaan, dan bukan karena aturan sopan santun.

Tapi apa pun alasan yang dipakai orang untuk tersenyum, ekspresi yang satu ini rasanya memang jauh lebih menyenangkan untuk didapat daripada ekspresi-ekspresi lainnya.

Ketika sedang sedih, sedang bermasalah, soerang sahabat yang mengusap lembut pundakmu sambil tersenyum bisa menghilangkan sebagian rasa sakit yang kamu derita.

Ketika habis melakukan kesalahan, dan kamu menerima senyuman dari orang yang barusan marah-marah atas ketololan kamu, senyuman itu jadi luar biasa rasanya.

Ketika kata-kata tak lagi mampu menyampaikan makna yang dibentuk di benakmu, tatapan mata ke mata dan sebuah senyuman bisa sangat berarti. Ia menggantikan percakapan yang tak bisa tersampaikan, ia menggantikan perasaaan-perasaan yang ditekan, dan ia juga memberi kesempatan untuk berkomunikasi dalam diam. (Entah apakah maksud dari masing-masing pihak dapat diterima dengan jelas oleh pihak lainnya. Bahkan saat berkata-katapun orang bisa saling tidak mengerti.)

Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersamamu.

Hidupku terlalu indah untuk tidak dinikmati

No comments: