Friday, November 18

jars of memories

konon, CLBK diperparah dengan Facebook / BB, yang 'mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat'. FB / BB berlanjut ke kopi darat. kopi darat membuat orang terkenang2 akan masa lalu, yang dipandang dengan mata yang berlensa nostalgi, membuat hasil pandangan kini bukanlah yang kini, tapi kini yang 'jika saja dulu'

aku menyebutnya dengan 'jars of memories'. toples-toples itu (oke, sebelum berlanjut ke masalah inti, untuk kakak2ku.. PLIS... lupakan itu kejadian toples toples toples....)

toples-toples itu, jars of memories, mengawetkan sedemikian rupa ingatan ttg masa dulu, masa muda, saat dunia masih berwarna-warni indah, manis bagai lolipop. di toples yang berisi pameran manisan masa lalu, tentu kita pura-pura lupa bahwa masa lalu juga bisa pahit dan mengenaskan. deretan jars of memories tidak memberi ruang bagi rasa masam, pahit, dan pilu. untuk yang demikian itu, ada 'the dark chest of unpleasantness' - yang dipendam dalam-dalam, jauh dari pusat ingatan, dan dipinggirkan ke kealpaan.

dengan hanya berbekal rasa manis, tentu saja saat kita melihat kenangan itu duduk di hadapan, yang terlihat adalah sosok yang berbalut madu dan bergelimang cahaya redup warna pastel.

CLBK? cuma ilusi. sama bo'ongnya dengan easter bunny.

it's the memory you cherish, not the hard fact that your sweetmeat has turned old, fat (or wiry), and not so dashing anymore.

Thursday, November 17

that (diminishing) fearlessness

people often see me as a confident person. they sometimes told me that i am such a fearless person.
yeah, i could look that way. what actually happens inside me is for me to keep.

my fearlessness comes from the simple consciousness that i have nothing to hide. well, most of the time i do not have anything to hide. a close friend of mine said once: you just put everything as it is. maybe i do.

strange thing is, now i realize that my fearlessness is getting smaller and smaller. it is getting easier and easier for me to feel intimidated. i wonder why.. coz basically i still have not much to hide.

perhaps it's like alice. madhatter said to her that 'she's lost his muchness'. maybe i've lost my muchness. or maybe i'm getting too old to be fearless anymore. world has gotten too complicated. things have gotten to complex. and people are getting harder and harder to decipher. i may have nothing, or almost nothing, to hide. but do they? it's hard to keep a straight line when everybody else is zigzagging.

Tuesday, November 15

virtual tootbrushing

suatu malam di rumahku, setengah jam menjelang pukul sembilan malam
aku sudah siap menunggu anak kembarku di kamar mereka, untuk membacakan buku cerita
mereka memasuki kamar, dan seperti biasa aku katakan pada mereka untuk gosok gigi terlebih dahulu
mereka keluar lagi, dan aku menunggu sambil membaca buku
setelah kembali masuk ke kamar, anak-anak kubacakan buku cerita, seperti biasa
setelah mereka tidur, aku keluar dan tidur di kamar kami
malam yang biasa saja, seperti hari-hari lainnya; malam yang menyenangkan...

esoknya suamiku bertanya: "anak-anak bilang klo mereka sudah gosok gigi kemarin"
aku jawab: "ya, terus aku bacain buku"
"kamu ga ngecek?"
"enggak. emang kenapa?"
dia langsung tertawa, dan kemudian berkata:"tahu mereka ngapain? mereka ngobrol sama aku, dan waktu aku ingetin untuk sikat gigi, si bulat [salah satu anak kembarku punya mata yang bulat sekali] cuma bikin gaya seolah sikat gigi: berkumur-kumur"
"oh.. kumur-kumur doang?"
"engga, gaya kumur-kumur aja, ga pake air", dan suamiku menirukan gaya orang berkumur
"duasarrr......!!"

suatu malam di rumahku, anak kembarku telah menciptakan 'virtual toohbrushing'

live long and prosper

Friday, November 11

mengubah rubah

Sentilan Jumat:


kemarin ada presentasi sistem keamanan pintu di kantor saya. Salah satu menu yang tertera adalah 'Rubah'. Sambil cekikikan saya bilang: Mas, menu itu buat mengubah jadi rubah? Si Mas bengong. Terpaksalah sedikit saya sampaikan bahwa yang benar adalah Ubah dan bukan Rubah, kecuali mungkin memang ada fungsi untuk meRubah (mengubah jadi rubah, si mamalia kecil itu).

Penafian: saya sama sekali bukan ahli Bahasa Indonesia, sumpeh. Cuma gemes ama si Rubah. Sama gemesnya saat nemuin kata "di kerjakan" dan "ditempat".

Tuesday, November 8

(part 4) merdeka!

merdeka! sudah sejak taon 1945 negri ini merdeka (katanya). waktu yang cukup lama buat membangun suatu bangsa - meski ini relatif. dan amat sangat tergantung niat negara dan bangsanya, dan pemerintahnya. melihat kondisi sekarang, ahem.. mari kita lihat:

1 - merdeka ekonomi: blom (lihat betapa negri agraris ini mengimpor bahan mentah)
2 - merdeka pemikiran: blom (lihat metode pendidikan yg hapalan melulu, dan menawarkan hanya 1 jawaban untuk1 pertanyaan, padahal bisa aja ada alternatif)
3 - merdeka religi: blom banget (ingat ahmadiyah?)
4 - merdeka jiwa: blom (lihat betapa orang2 kita sangat terpengaruh konformitas dan tekanan sesama)
5 - merdeka badan: blom juga (lihat betapa banyaknya orang yang hidup tidak sehat, baik karena keberlimpahan, atau kekurangan yang akut)

tapi bukan kemerdekaan rumit macam itu yang aku mo tulis.

aku tertarik dengan konsep merdeka yang 'mendasar' = merdeka berarti seenak udel! nih dia pemandangan sehari2 yang terlihat dari kaca bis umum yang juga merdeka, meski merdekanya mereka berarti penindasan bagi pihak lain.

a - merdekanya kaum penjual kaki lima: dengan memakai trotoar, pinggir jalan, emperan, dll: menindas pejalan kaki
b - merdekanya pengendara motor yang naik ke trotoar, menggasak pinggiran jalan, menggilas emperan di kala macet: menindas penjual kaki lima yang sudah duluan menindas pejalan kaki
c - merdekanya bis umum, dengan keyakinan bahwa 'besar itu berkuasa', yang seenaknya berhenti sembarangan, bahkan di lajur kanan, nggeyol sekenanya, dan tidak adanya kepedulian pada penumpang yang sebetulnya adalah customer mereka: menindas semua pengguna jalan, termasuk pengendara motor yang sudah menindas pedagang kaki lima yang menyengkat hak pejalan kaki
d - jangan salah, pejalan kaki yang sudah tertindas majemuk pun kadang masih bisa jadi penjajah. dengan kemalasannya menyeberang pada tempat yang sudah disediakan (oke, kadang tempat2 itu memang masih kurang jumlah dan mutu), mereka juga menindas hak pengendara kendaraan bermotor untuk melaju dengan tenang dan tanpa risiko melukai
e - kemerdekaan para penyelak antrian, yang menindas hak sesamanya
f - kemerdekaan kaum 'pembersih' yang buang sampah seenaknya, dan memindahkan tanggung jawab (serta risiko) kepada orang lain.

begitulah negri ini, merdeka!